Jelang Ramadan 1447 H, Kapolres Kepulauan Sula Kukuhkan 10 Da’i Kamtibmas Siap Berdakwah

Blog4 Views

Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Polres Kepulauan Sula mengambil langkah strategis dan humanis dengan mengukuhkan serta membekali 10 personel sebagai Da’i Kamtibmas. Kegiatan yang digelar di Ruang Vicon Polres Kepulauan Sula, Desa Fatce, Kecamatan Sanana, pada Kamis (12/2) kemarin.

Upacara pengukuhan dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto, S.I.K. dan dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres serta narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sula Ust. Amirullah Mandaya, S.Pd.I., M.Pd.I. dan Ust. Anwar Kuba, S.Pd.I.

Sebanyak 10 personel resmi dikukuhkan sebagai Da’i Kamtibmas yang akan bertugas menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) dengan menyisipkan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan Ramadan.

Dalam arahannya, Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto, S.I.K. menegaskan bahwa peran Da’i Kamtibmas bukan sekadar menyampaikan ceramah biasa, melainkan menjelma sebagai representasi wajah humanis Polri di tengah umat.

“Ini adalah bagian dari upaya kita menghadirkan Polri yang dekat, tidak menakutkan, dan membumi. Saya minta para Da’i tampil profesional, santun, dan edukatif. Sampaikan pesan Kamtibmas dengan gaya berdakwah yang menyejukkan hati, bukan menggurui. Masyarakat harus merasa nyaman,” ujar Kapolres.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas di lapangan. Para Da’i Kamtibmas diminta tidak bergerak sendiri, melainkan membangun komunikasi aktif dengan pemerintah desa, tokoh pemuda, serta takmir masjid.

“Jalin silaturahmi. Dengan bersinergi bersama para tokoh agama dan masyarakat, pesan tentang bahaya narkoba, pencegahan kejahatan, hingga keselamatan berlalu lintas akan lebih mudah diterima jamaah dalam balutan dakwah yang damai,” imbuhnya.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan partisipatif. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan simulasi penyampaian dakwah yang dilakukan secara interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa pembekalan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang belajar yang aplikatif bagi personel.

Salah satu peserta mengaku siap mengemban amanah ini di tengah rutinitasnya sebagai personel kepolisian.

“Kami tidak hanya dibekali materi kepolisian, tetapi juga pendekatan dakwah dari para ulama. Ini sangat berarti karena kami ingin menjadi jembatan antara Polri dan masyarakat, agar Ramadan tahun ini terasa lebih aman, damai, dan penuh berkah,” ungkapnya.

Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara, 13 Februari 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *