Dugaan Serangan OTK di Trans Waleh SP II, Polisi Hadir Cepat Tangani Laporan Masyarakat

Blog21 Views

Kepolisian bersama TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat melakukan pengecekan serta penanganan menyusul dugaan gangguan keamanan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap warga di kawasan Trans Waleh SP II, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, pada Selasa (6/10).

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Berdasarkan keterangan awal yang diterima kepolisian, Saekoni (59), yang sedang duduk di teras rumahnya, tiba-tiba melihat sebuah busur panah menancap di atap rumah mereka.

Dalam situasi tersebut, Saekoni mengaku melihat sekitar 10 orang datang dari arah hutan dengan penampilan telanjang, hanya mengenakan sobekan kain yang menutupi tubuh bagian bawah dan membawa beberapa busur panah yang diarahkan ke rumahnya.

Ia kemudian masuk ke dalam rumah dan memanggil istrinya, Siti Nurhayati (50), untuk segera keluar melalui pintu dapur mencari tempat perlindungan.

Warga lainnya, Abdul Qobir (50), bersama istrinya, Siti Alfia (45), yang mengetahui adanya keributan tersebut kemudian keluar untuk melihat situasi. Mereka selanjutnya melihat sejumlah orang yang diduga OTK bergerak menuju rumah Saekoni.

Saat mendengar suara teriakan OTK, Abdul Qobir dan istrinya spontan melarikan diri ke tempat yang lebih aman.

OTK tersebut kemudian menjarah rumah milik Saekoni dan sekitar empat rumah lainnya, mengambil barang-barang di dalam rumah tersebut.

Dalam kejadian tersebut, beberapa rumah warga dilaporkan dimasuki dan barang-barang di dalamnya dalam kondisi berantakan. Sejumlah kaca jendela juga dilaporkan pecah. Selain itu, terdapat beberapa pohon yang diduga dipotong.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Weda Utara dan Pospol Weda Timur bersama pemerintah Desa Yeke dan Desa Waleh serta sejumlah masyarakat turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mencari barang bukti, serta menghimbau kepada masyarakat agar untuk sementara tidak tinggal di rumah sendiri guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

Dari hasil pengecekan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, di antaranya dua buah busur panah dan alat tajam yang terbuat dari bambu.

Adapun barang-barang yang diambil oleh OTK antara lain celana dan baju, beras, serta uang.

Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto, S.Pd.T., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal berupa olah tempat kejadian perkara (TKP), pencarian dan pengumpulan barang bukti, serta pendataan keterangan dari korban dan saksi.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan tersebut, agar meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara tidak melakukan aktivitas atau tinggal seorang diri di lokasi yang dinilai rawan.

Masyarakat diminta tidak panik maupun mengambil tindakan sendiri apabila menemukan orang atau kelompok yang mencurigakan. Setiap informasi mengenai keberadaan OTK agar segera dilaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah desa setempat sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu situasi keamanan di tengah masyarakat.

_Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara 6 Oktober 2026_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *