Kapolda Maluku Utara Turun Langsung ke Lokasi Konflik di Halteng, Jamin Keamanan dan Pemulihan Pasca Konflik

Blog47 Views

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen. Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara, meninjau langsung lokasi pasca konflik antara Desa Siboenpopo dan Desa Bobane Jaya, Kabupaten Halmahera Tengah, pada Minggu (5/4) kemarin. Peninjauan ini bertujuan untuk memantau perkembangan situasi keamanan serta memastikan proses pemulihan bagi warga yang terdampak.

Setibanya di Desa Siboenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kapolda Maluku Utara, Irjen. Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., memimpin langsung peninjauan terhadap sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Kami dari pihak kepolisian juga mewakili penyampaian dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, bahwa akan dibangun beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan. Saya selaku Kapolda di sini menghimbau agar masyarakat Desa Siboenpopo yang saat ini masih mengungsi untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Saya jamin situasi di Desa Siboenpopo saat ini sudah kembali aman,” tegas Kapolda di hadapan warga.

Kapolda juga memastikan bahwa pihaknya akan membangun pos pengamanan di Desa Siboenpopo sesuai dengan permintaan warga. Ia menegaskan komitmen TNI dan Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman melalui pengamanan yang ketat. Kapolda berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan warga Desa Bobane Jaya serta Desa Siboenpopo dapat kembali hidup berdampingan secara damai.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang beredar di media sosial. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Setelah dari Sibenpopo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur, untuk menemui warga yang mengungsi. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa serta mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.

Selanjutnya, rombongan juga mengunjungi pengungsi di Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara. Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari permintaan percepatan penanganan kasus hukum, pembangunan pos keamanan, hingga penyelesaian batas wilayah desa.

Kapolda menegaskan bahwa kehadiran TNI dan Polri merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat pasca konflik, sekaligus memastikan situasi di wilayah tersebut telah berangsur kondusif. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.

“Kehadiran pemerintah saat ini sangat penting untuk memberikan jaminan kepada masyarakat agar merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *