Pimpin Apel Operasi ketupat, Kapolri Instruksikan Jajaran Wujudkan Mudik Aman-Keluarga Bahagia

Blog21 Views

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (12/3).

Dalam amanatnya, Kapolri menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar dapat bertugas dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mewujudkan tagline “Mudik
Aman, Keluarga Bahagia”.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” ujarnya.

Sigit mengatakan momentum Hari Raya Idul Fitri sangat penting untuk mendorong perekonomian nasional karena mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan
memberikan multiplier effect di seluruh daerah.

Ia menjelaskan dari hasil survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan jumlah masyarakat yang akan melaksanakan mudik pada tahun ini mencapai 143,9 juta orang.

Meskipun diperkirakan menurun 2,5 juta dibanding tahun lalu, Kapolri meminta seluruh petugas untuk tetap waspada dan mengantisipasi lonjakan jumlah masyarakat yang mudik.

“Terlebih lagi ada stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kapolri mengingatkan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada dua gelombang yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.

Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026 mulai dari pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut hingga alih fungsi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.

“Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, Sigit mengingatkan dari hasil perhitungan BMKG kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 akan dalam kondisi berawan hingga hujan lebat.

Oleh sebab itu, ia meminta agar seluruh anggota yang bertugas dalam kondisi siaga penuh menghadapi seluruh potensi bencana alam yang mungkin terjadi.

“Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tuturnya.

“Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada
tahap pra, saat dan pasca bencana,” imbuhnya.

Terakhir, Sigit juga meminta kepada jajaran kepolisian untuk melakukan pemetaan potensi gangguan kambtimas mulai dari premanisme, balap liar hingga perkelahian antar kelompok.

Ia secara khusus memerintahkan agar patroli rutin dengan
melibatkan Pam Swakarsa terus ditingkatkan khususnya pada titik-titik dan jam rawan.

Selain itu, kata dia, seluruh jajaran Polsek hingga Polres diminta untuk turun melakukan pendataan rumah yang kosong ditinggalkan pemudik. Serta menyediakan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi
masyarakat yang mudik.

“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *