HUMAS POLDA MALUT – Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., memimpin kegiatan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Ketupat Kie Raha 2026 yang digelar di Ruang Rapat Utama (Ruppatama) Lantai 3 Gedung Hoegeng Imam Santoso Polda Malut, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., Irwasda Polda Malut, para pejabat utama Polda, serta personel yang akan terlibat dalam pelaksanaan operasi.
Dalam sambutannya, Kapolda Malut mengatakan bahwa Latihan Pra Operasi merupakan tahapan penting sebelum pelaksanaan operasi kepolisian. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan, serta memantapkan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat dalam Operasi Ketupat Kie Raha 2026.
Menurut dia, latihan tersebut mengusung tema “Melalui Latihan Pra Operasi, Kita Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Polri Dalam Pelayanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/Tahun 2026 M Guna Memelihara Keamanan Dalam Negeri.”
Ia menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna pentingnya kesiapan setiap personel Polri, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada momentum Hari Raya Idul Fitri.
Kapolda menuturkan, menjelang dan setelah Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, seperti arus mudik dan arus balik, serta meningkatnya aktivitas di pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, dan tempat ibadah.
Kondisi tersebut, kata dia, memerlukan kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama berlangsungnya perayaan hari besar keagamaan tersebut.
Untuk itu, Polda Maluku Utara akan menggelar Operasi Kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan Lebaran dengan sandi “Ketupat Kie Raha 2026” selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Melalui kegiatan Latihan Pra Operasi ini, Kapolda berharap seluruh peserta dapat memahami secara menyeluruh cara bertindak di lapangan, pola pengamanan, manajemen rekayasa lalu lintas, pengamanan objek vital, serta langkah-langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan operasi.
Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar dalam pelaksanaan tugas tetap mengedepankan pendekatan humanis, pelayanan prima, serta sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dengan demikian, pengamanan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Maluku Utara diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Kapolda juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat operasi untuk menunjukkan kesiapan dalam bertugas melayani masyarakat, baik dari segi sikap, kelengkapan, maupun kesigapan di lapangan.





















