Sinergi Aparat Redam Eskalasi Konflik di Halmahera Tengah

Blog20 Views

Pemerintah daerah dan aparat keamanan di Maluku Utara bergerak cepat mencegah meluasnya konflik sosial pasca insiden yang menewaskan seorang warga di Kabupaten Halmahera Tengah. Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), secara langsung mengawal proses pemakaman korban sekaligus melakukan mitigasi kepada warga Desa Banemo, Sabtu (4/4) kemarin.

Turut hadir Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., serta Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji. Turut mendampingi Dansat Brimob Polda Malut Kombes Pol. Handri Wira Suriyana, Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedewanto, Dandim 1512 Weda Letkol Inf. Fahrozi Fanani, serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Rombongan Forkopimda terlebih dahulu menuju lokasi pemakaman jenazah korban asal Desa Sibenpopo. Pengawalan dan pengamanan ketat dilakukan aparat gabungan TNI-Polri untuk memberikan rasa aman kepada keluarga korban sekaligus mengantisipasi potensi aksi spontanitas dari massa selama prosesi berlangsung.

Usai pemakaman, tim bergerak ke Desa Banemo untuk mengecek rumah korban kebakaran di Desa Sibenpopo, serta melakukan mitigasi dan negosiasi sosial dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan warga setempat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Desa Banemo, para pimpinan daerah secara bergantian menyampaikan arahan yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan.

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menegaskan bahwa kehadiran Forkopimda merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan konflik. Ia meminta warga agar menyerahkan senjata tajam dan senjata rakitan kepada pemerintah untuk dimusnahkan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dalam semangat pasca Idul Fitri, serta menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas.

Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan dan berkomitmen mengungkap pelaku pembunuhan secara maksimal. Ia mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang beredar.

“Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA,” tegas Wakapolda.

Pernyataan serupa juga disampaikan Danrem 152/Babullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, yang menyatakan turut berduka cita dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia menegaskan bahwa TNI siap membantu Polri dalam menuntaskan permasalahan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Utara.

Bupati Halmahera Tengah juga mengumumkan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo. Langkah ini diharapkan menjadi forum mediasi yang konstruktif guna meredam ketegangan dan mencegah konflik susulan.

Dengan sinergi yang solid antara aparat keamanan dan pemerintah daerah, diharapkan situasi di Halmahera Tengah segera kembali kondusif tanpa adanya eskalasi konflik lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *