Humas Polres Halsel – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Halmahera Selatan melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, yang bertempat di SMK Negeri 1 Halmahera Selatan. Kegiatan ini menghadirkan Brigpol Aswin Kalam, S.H. sebagai pemateri utama dengan sasaran utama para guru sebagai ujung tombak pendidikan.Senin (10/11/25)

Dalam kegiatan tersebut, Brigpol Aswin memberikan pemahaman mendalam kepada para guru mengenai pentingnya pencegahan kekerasan di sekolah. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, serta membentuk karakter siswa melalui keteladanan dan komunikasi yang baik.
“Guru adalah garda terdepan dalam mencegah kekerasan di sekolah. Dengan sikap humanis, empati, dan pendekatan yang positif, guru dapat membangun lingkungan belajar yang sehat dan berbudaya saling menghormati,” ujar Brigpol Aswin dalam penyampaiannya.
Lebih lanjut, Brigpol Aswin mengajak para guru untuk selalu menerapkan disiplin tanpa kekerasan, berfokus pada pembinaan karakter siswa, bukan hukuman fisik maupun verbal. Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap tanda-tanda kekerasan, serta memberikan pendampingan dan dukungan bagi siswa yang membutuhkan perhatian khusus.

Dalam kesempatan tersebut, Brigpol Aswin turut mengingatkan bahwa pencegahan kekerasan memerlukan dukungan bersama dari guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini merupakan wujud tanggung jawab kolektif dalam menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak. Ia juga mengacu pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023, yang mengatur mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan melalui pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polres Halmahera Selatan berharap agar para guru semakin memahami tanggung jawab moral dan profesional mereka dalam menjaga lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Dengan peran aktif guru, diharapkan tercipta sekolah yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga melindungi dan menumbuhkan karakter generasi muda yang berakhlak dan berempati.





















